Musik “Abu-abu” Pure Saturday

Mendengarkan alunan musik garapan band Pure Saturday bagi saya adalah sebenar-benarnya kegiatan mendengarkan dan menikmati musik, secara harfiah. Literally. Musik ciptaan mereka mampu membuat saya mengabaikan fungsi (dan arti) lirik dari sebuah lagu. Saya sangat menikmati musik mereka dengan atau tanpa lirik, dalam suasana apapun.

Tulisan ini saya buat saat (sedang) mendengarkan album terbaru mereka, Grey. Sebenarnya album ini sudah terbit sejak 2012, tetapi saya baru “resmi” mempunyai CD-nya beberapa waktu lalu yang saya beli di Demajors. Saya tidak akan membuat panjang tulisan ini dengan membahas detail setiap lagu di album Grey.

Album Grey ini dibuka dengan mengejutkan karena intronya yang sangat klasik. Bahkan saya sempat berpikir bahwa mereka salah memasukkan CD soundtrack film Barbie ke dalam kemasan album Grey yang saya beli. Namun tidak sampai satu menit tiga puluh detik kemudian, suara gitar dan dentuman drum di awal lagu Horsemen langsung memastikan bahwa tuduhan saya salah.

(Sebut saya sotoy). Di album Grey ini, saya merasakan lebih banyak nuansa musik rock. Mulai dari proggresive rock di lagu Horsemen dan Starlight (yang ini rock-nya lebih soft, dan lagu ini menjadi favorit saya setelah Passepartout) hingga classic rock era 80-an ala Scorpions di lagu Albatross. Ada pula lagu dengan petikan gitar yang terdengar sangat ballad di lagu Utopian Dream. Kehadiran lagu Musim Berakhir milik White Shoes and The Couples Company yang mereka aransemen ulang juga membawa suasana baru di musik mereka, keren sekali. Di album ini saya tidak mendengar musik yang cukup “dark” seperti misalnya lagu Labyrinth yang ada di album sebelumnya. Hence, secara keseluruhan album ini lebih fresh dan lebih “terang”, tanpa meninggalkan taste identitas musik Pure Saturday.

Saya sendiri sebetulnya tidak bisa dibilang fans sejati Pure Saturday. Saya “baru” mengenal band ini saat di bangku kuliah (padahal band ini sudah terbentuk sejak tahun 1994). Pada saat itu untuk pertama kalinya saya mendengar lagu Kosong. Bahkan lagu-lagu dari album-album terdahulu saya dapat hanya dengan mengunduh gratis di internet. Saya pun kemudian mulai mencari-cari informasi mengenai band ini, mulai dari sejarah terbentuknya hingga eksistensi mereka hingga kini. Musik adalah memang soal selera. Namun melihat dari apa yang mereka perjuangkan, rasanya tidak berlebihan kalau “Om-om” di Pure Saturday ini layak diberi predikat band indie terbaik di Indonesia.

DSC_5911-1

Beberapa kali mengetahui informasi bahwa mereka manggung di Jakarta. Namun beberapa kali pula tidak bisa menyaksikan. Jika band luar negeri yang wajib saya hadiri konsernya (jika datang ke Indonesia) adalah Coldplay, maka Pure Saturday adalah band dalam negeri yang harus saya saksikan konsernya suatu saat nanti…

Leave a comment

Filed under Musik

PLANET(ARIUM)

Adakah yang belum pernah berkunjung ke Planetarium atau bahkan tidak tahu apa itu planetarium? Planetarium merupakan suatu tempat wisata pendidikan yang menyediakan wahana simulasi benda benda langit, galaksi, dan antariksa. Di Indonesia sendiri ternyata ada 3 planetarium. Di Jakarta, Surabaya, dan Kutai Kalimantan Timur.

Di dalam Planetarium, kita disuguhkan dengan pertunjukkan menarik melalui media “layar” yang berada di atas kita, berbentuk cembung seperti kubah masjid jika dilihat dari dalam, sehingga menciptakan kondisi seolah-olah pengunjung berada tepat di bawah langit, di sebuah galaksi. Begitulah kira-kira.

Karena ingin mengulang pengalaman ke Planetarium bertahun-tahun silam sewaktu wisata SMP, maka di hari libur tanggal 22 Januari lalu saya dan beberapa teman SMP merencakan untuk berkunjung kembali ke Planetarium dan Observatorium Jakarta yang berlokasi di kompleks Taman Ismail Marzuki, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.

Setelah sarapan di kawasan Monas – Gambir, kami berangkat menuju planetarium sekitar pukul 10.00 pagi. Dan kami kaget karena ternyata beberapa jam setelah kami meninggalkan kawasan tersebut, ada berita bahwa telah terjadi kecelakaan Xenia maut di Tugu Tani yang berada di dekat Monas, dan menewaskan 9 orang pejalan kaki. Padahal kami baru saja melewati kawasan itu. x_X

Kembali ke planetarium.

Di sepanjang perjalanan dari Monas ke Planetarium yang ternyata tidak terlalu jauh, kami sudah membicarakan dan membayangkan berada di dalam gedung beratap bulat tersebut, merasakan udara yang dingin (sesuai pengalaman terdahulu), dan menikmati pemandangan antariksa. Rasi bintang, planet-planet , galaksi-galaksi , dan benda-benda langit lainnya.

Namun sesampainya di Planetarium, kami dibuat terhenyak oleh sebuah kertas yang tertempel di kaca depan ruang kecil tempat dimana mbak-mbak petugas parkir mengecek plat nomor tiap mobil yang masuk ke planetarium. Beginilah bunyi tulisan di kertas itu:

“PLANET RUSAK“

Hening.

Kami terdiam.

Pemerintah telah gagal menjaga planet ini.

Kecewa.

Buyar.

Ambyar.

Rak sido ndelok rasi bintang.

Rak sido piknik.

Hah!!

=_=

2 Comments

Filed under General, Personal Stuff, Teman

HARMONI

aku mengenal dikau
tlah cukup lama separuh usiaku
namun begitu banyak
pelajaran yang aku terima

kau membuatku mengerti hidup ini
kita terlahir bagai selembar kertas putih
tinggal ku lukis dengan tinta pesan damai
dan terwujud harmoni

segala kebaikan
takkan terhapus oleh kepahitan
ku lapangkan resah jiwa
karna ku percaya kan berujung indah

kau membuatku mengerti hidup ini
kita terlahir bagai selembar kertas putih
tinggal ku lukis dengan tinta pesan damai
dan terwujud harmoni

harmoni, harmoni, harmoni

(Harmoni, by Padi)

“We play the harmony of diversity..” (The Everyday Band)

2 Comments

Filed under Musik, Personal Stuff, Teman

Dirgahayu Ikan Tita :)

Bagi sebagian orang ulang tahun mungkin bukan hal yang spesial. Tapi bagi sebagian lainnya, ulang tahun menjadi hari yang sangat ditunggu, dinanti, dan spesial. Seperti setahun lalu, di ulang tahun teman saya Vistita, atau kami menyebutnya Ikan Tita. Ya, dia adalah spesies ikan terlangka di jagad raya ini dan hanya satu – satunya. Seperti kata Dewa 19, kamulah satu – satunyaaa…

Ulang tahunnya jatuh pada tanggal 8 Januari 2011. Meskipun rumah kami tinggal berada dalam satu kecamatan, tapi waktu itu persahabatan kami berlangsung jarak jauh antara Ungaran – Jogja. Dia di Ungaran, sedangkan saya waktu itu masih ngekos di Jogja. Tapi meskipun jarak jauh, hubungan kami baik – baik saja dan masih awet sampe sekarang. Doakan agar kami langgeng ya…(ini apa yaaaaaaa -__-).

Sebenarnya saya sudah bosan dan jenuh karena lebih dari separuh umur saya, setiap tanggal 8 Januari selalu ngucapin ulang tahun ke dia. Jadi di ulang tahunnya waktu itu saya memutuskan untuk tidak mengucapkan selamat ulang tahun. Tapi setelah saya pikir – pikir, kok tega amat, amat aja gak tegaan, maka saya urungkan niat itu. Lalu saya berencana untuk membuat dia terkejut saja, karena selama ini saya belum pernah tampil mengejutkan di hari ulang tahunnya. Pertama – tama saya pengen nyamar jadi sosok mbak kunti atau suster ngesot. Tapi gak jadi, soalnya saya takut kalau pas ngaca justru saya sendiri yang akan pingsan dan capek juga kalau musti ngesot ke rumahnya, apalagi dari Jogja. Maka saya kembali mengubah rencana. Akhirnya saya meminta bantuan adiknya dan mengajak beberapa teman di Ungaran untuk menjalankan misi kejutan ini.

Sekitar pukul delapan malam, saya mengendap – endap datang ke rumahnya melalui pintu belakang. Saya dibantu adiknya menyiapkan kue dan lilin, sedangkan teman saya sudah berada di ruang tamu dan sedang mengobrol dengan Vistita. Tak berapa lama kemudian…

Yak, Ikan Tita melompat kaget sampe keluar dari akuarium karena melihat saya datang dengan kue dan lilin berbentuk angka yang menyala. Rupanya dia bukan terkejut karena kedatangan saya, tapi karena melihat lilin angkanya terbalik, bukan 32 tapi seharusnya 23. Jeli sekali penglihatannya. Dan sukseslah kejutan dari kami di hari ulang tahunnya. Selanjutnya, kami diajak makan – makan di warung makan seafood di daerah Ungaran. Agak heran sebetulnya, kenapa Vistita memilih seafood, bukankah mereka itu tetangganya di laut? Beberapa saat kemudian saya berpikir mungkin Ikan Tita ini habitatnya di air tawar, jadi tidak masalah jika kami memakan seafood.

Sepulangnya dari makan – makan, kami kembali ke rumah Vistita. Mengingat ini adalah hari spesialnya, kami terinspirasi dari martabak spesial, maka tidak lengkap jika tanpa menuangkan campuran tepung dan telur kepada Vistita. Maka jadilah seperti ini…

Sebetulnya saya khawatir, jangan – jangan teman saya juga menyiapkan minyak goreng dan hendak menjadinkannya ikan goreng. Tapi ternyata tidak ada minyak goreng, rupanya mereka sudah kenyang makan seafood.

Adonan Ikan Tita Spesial ;p

Itu setahun yang lalu. Dan (sungguh) tahun ini saya kehabisan ide untuk cari cara mengucapkan selamat ulang tahun….. Maafkan saya Tita, tapi hanya inilah yang bisa kuberikan dalam rangka ulang tahunmu kali ini. Tulisan singkat peristiwa setahun lalu. Semoga kau berkenan membacanya, haha ;p

Dirgahayu Vis😀

Leave a comment

Filed under Teman

DEBAT

Setelah secara tidak sengaja membaca twit seorang teman mengenai debat, tiba – tiba muncul keinginan untuk sedikit berbagi tentang dunia perdebatan. Sebuah kegiatan yang banyak memberikan pengalaman dan pelajaran sewaktu masih berstatus sebagai mahasiswa dulu. Mungkin banyak yang belum mengerti bahkan belum pernah mendengar tentang kegiatan debat. Debat yang saya maksud bukanlah berdebat seperti yang dulu pernah ditayangkan di sebuah stasiun tv, tetapi debat yang mempunyai sistem dan aturan main.

Kegiatan debat sepintas berkonotasi negatif dan masih banyak yang belum tahu akan keberadaan UKM debat di universitas – universitas di Indonesia. Sejauh yang saya amati selama ini, debat memang bukan jenis kegiatan yang populer di kalangan mahasiswa. Debat masih kalah populer dengan UKM – UKM seperti mapala, basket, atau paduan suara yang memang sudah sejak dahulu ada dan menjadi kegiatan populer hampir di setiap kampus. Tapi kini debat semakin banyak diminati mahasiswa. Bahkan hingga saat ini debat terus mengalami kemajuan, bukan hanya di kalangan mahasiswa saja, tetapi sudah masuk ke tingkat SMU bahkan SMP.

Debat disini adalah debat dengan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya. Mungkin itulah yang menyebabkan UKM ini sering digabung dengan English Club, padahal sebetulnya sangat berbeda. Debat mengasah cara berpikir dari beberapa sudut pandang yang bisa saja berlawanan dengan pendapatmu sendiri. Untuk itu kita belajar berargumen selogis mungkin berdasarkan fakta, dan bukan alasan yang ngawur sehingga tidak menjadi debat kusir. Bahasa Inggris adalah bonus ilmu yang bisa didapat, karena mau tidak mau kita “dipaksa” untuk berbicara dalam bahasa tersebut dengan baik dan bisa dimengerti orang yang mendengarnya sehingga pada akhirnya kita akan menjadi terbiasa.

Seperti halnya kegiatan lain, dalam debat juga ada sederet kompetisi mulai dari tingkat intra universitas (antar fakultas), tingkat regional hingga kompetisi tingkat dunia. Sebagai contoh untuk tingkat regional ada kompetisi JDF (Jogja Debating Forum) yang diadakan oleh komunitas debat Jogja, atau ALSA yang diselenggarakan oleh komunitas debat UI (Universitas Indonesia), EDS UGM, serta Universitas Binus yang rutin setiap tahunnya menyelenggarakan kompetisi debat. Sedangkan di Indonesia sendiri ada beberapa kompetisi debat yang cukup bergengsi yaitu JOVED (Java Overland Varsities English Debate), IVED (Indonesian Varsity English Debate), dan NUEDC (National Universities English Debating Championship). Untuk tingkat dunia, antara lain ada AUDC (Asia University Debating Championship) dan WUDC (World Universities Debating Championship).

Seperti yang sudah saya sampaikan di awal bahwa debat mempunyai sistem dan aturan main. Boleh dibilang bahwa kompetisi debat adalah permainan bersilat lidah yang sistematis, hehe. Dalam debat ada beberapa sistem yaitu Asia Parliamentary, Austral – Asia Parliamentary, dan yang terakhir adalah British Parliamentary atau lebih sering disebut BP. Masing – masing dari sistem tersebut mempunyai aturan main yang hampir sama. Di Indonesia sendiri, sistem yang cukup populer dan banyak digunakan dalam kompetisi adalah Asia Parliementary. Hanya beberapa kompetisi saja yang menggunakan sistem BP misalnya NUEDC. Akan tetapi, untuk kompetisi tingkat dunia seperti WUDC, sejauh ini lebih sering menggunakan sistem BP.

Masih terkait dengan aturan main dalam debat tadi, selanjutnya saya akan share beberapa istilah umum atau sebutan bagi para pelaku dalam dunia debat.

    Debater, adalah sebutan bagi setiap orang yang melakukan debat. Debater itu pun masih ada istilah lagi di dalamnya, yaitu first speaker, second speaker, third speaker, dan replay speaker.

    Adjudicator, adalah sebutan untuk juri dalam pertandingan debat.

    Motion, adalah judul atau tema yang akan diperdebatkan. Setiap motion selalu diawali dengan THW (This House Would) atau THBT (This House Believe That). Contohnya THBT The UN should adopt UDAW (Universal Declaration on Animal Welfare).

   Affirmative team, adalah sebutan bagi tim yang pro dengan motion (positif tim).

   Opposition team, adalah kebalikan dari affirmative, mereka kontra terhadap motion tersebut (negatif tim).

Dan sebelum lebih banyak lagi bercerita tentang seluk beluk dunia perdebatan, boleh disimak dulu, salah satu contoh video debat. Berikut adalah Eldhi, seorang mahasiswa UGM yang melakukan tugasnya sebagai third speaker.

  

3 Comments

Filed under College